Pages

Kamis

sejarah marching band

Marching Band bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival. Seiring dengan perjalananan waktu, marching band ber-evolusi menjadi lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal band militer yang kemudian menjadi awal munculnya marching band saat ini.[1][2]
Meskipun pola marching band telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya marching band, tradisi milter tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa.
Di Indonesia, budaya marching band merupakan pengembangan lebih lanjut atas budaya drum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari "Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia") yang dibina oleh Menpora (singkatan dari "Menteri pemuda dan olah raga"). Marching band lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olah raga. Dalam perkembangannya, marching band di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan marching band menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.

selayang pandang marching band

Marching band adalah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan marching band merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya penampilan marching band dipimpin oleh satu atau dua orang komandan lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi atas lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tari yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.
Marching band umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya/corak penampilannya. Pada awalnya marching band dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan marching band pada mulanya adalah sebagai pengiring parade atas perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personil pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik marching band dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.
Komposisi musik yang dimainkan marching band umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat marching band merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan marching band di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.

Selasa

Qonaah

Pernah suatu hari ada seorang teman mampir ke Rumah Amalia. Kami berdua menikmati semangkuk bubur kacang ijo. Ditengah kami sedang menikmati bubur kacang ijo, kami berbincang tentang qonaah. Teman itu bertutur bahwasanya qonaah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya.

Qonaah merupakan sikap orang yang gigih dalam berusaha dan giat dalam bekerja namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan maka dirinya dengan senang hati menerima hasilnya dengan rasa penuh syukur terhadap nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan pada dirinya.

bagi kita yang mampu memiliki sikap qonaah maka rasa kecukupan inilah yang menjadikan dirinya kaya hati karena berarapun jumlah rizki yang diterima bagi kita sudah sangat cukup. Kekayaan hati ini yang selalu mendorong diri kita untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap berharap kepada karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam.

'Dari Abdullah ibnu Amru ibnu al-Ashr, bahwasanya Nabi bersabda, 'Sungguh beruntunglah orang yang masuk Islam dan diberikan rizki yang cukup kemudian Allah memberikan karuniaNya sikap qonaah (menerima apa adanya) dengan apa yang telah diberikan kepadaNya.' (HR. Muslim).

Bubur kacang ijo terasa begitu nikmat memaknai qonaah. Penjual bubur tersenyum mendengar perbincangan diantara kami tentang qonaah. Sore itu menjadi indah. Angin berlalu. Terlihat anak-anak berlarian dijalanan. 'Alhamdulillah, kita bisa menikmati bubur kacang ijo sekaligus belajar qonaah dari penjualnya,' tutur teman, wajahnya nampak berseri memaknai qonaah dalam realitas kehidupan sehari-hari.

Sabtu

Indahnya Kasih sayang Allah

Malam itu di Rumah Amalia kami kedatangan seorang Ibu bersama suaminya yang tercinta berbagi rizki atas kesembuhan beliau dari sakit yang telah dilewatinya dengan baik. Sang Ibu mengalami operasi hingga 4 kali. Beliau mengatakan, 'jika bukan karena terpaksa tidak ada satu orangpun dimuka bumi ini yang bersedia menjalani operasi. Jika bukan karena cara memandang sakitnya sebagai bentuk kasih sayang Allah, dirinya tidak akan pernah sanggup menjalani hidup ini.'

Beliau mendapatkan hasil pemeriksaan adanya pembengkakan empedu, demi keselamatan dirinya tidak ada pilihan lainnya harus operasi. Suami tercinta sudah menandatangani surat persetujuan operasi. Tiada henti dirinya berdoa dan rajin menunaikan sholat lima waktu dengan tepat waktu, memohon kepada Allah untuk keselamatan.

Tidak terpikir lagi olehnya bagaimana jalannya operasi selama 4 jam berjalan begitu cepat. Begitu sadarkan dirinya hanya mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 'Allah benar-benar mengabulkan doa saya.' Ucapnya. 'Tapi apa yang terjadi selanjutnya mas? 15 hari kemudian saya mengalami infeksi diparu-paru saya. dan keputusan berikutnya saya harus menjalani operasi yang kedua.' lanjutnya.

'terbayangkah Mas Agus, diusia saya 43 tahun saya menjalani operasi 4 kali dalam waktu 4 bulan? saya sempat putus asa, Astaghfirullah, saya seperti orang yang tidak beriman kala teringat peristiwa itu. Saya tidak boleh kufur nikmat, saya harus kuat, ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada saya. Alhamdulillah, tekad yang kuat dengan memandang sakit saya adalah bukti kasih sayang Allah kesehatan saya berangsur-angsur membaik.' tutur beliau.

'Sungguh Allah tidak memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambaNya, Allah memberikan sakit sekaligus memberikan kasih sayangNya kepada saya yang begitu besar. Sakit saya sudah sembuh, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengabulkan doa saya. Itulah tanda kasih sayangNya dan yang lebih penting lagi, kami sekeluarga semakin lebih dekat dan saling menyayangi.' ucap beliau. Terlihat suaminya menganggukkan kepala.

'alhamdulillahirobbil alamin, segala puji bagi Engkau Ya Allah' ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Air matanya berlinang dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas semua karuniaNya. Tiada henti sang ibu mengucapkan hamdalah.

--
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq 2-3).

Kamis

Air Mata Itu Membasahi Pipi

Malam begitu larut. 'Teng, teng, teng..' Suara penjual skuteng lewat di depan Rumah Amalia. Seorang Ibu nampak sedang berbincang dengan istri saya. Air matanya membasahi pipi. Beliau bercerita bahwa suami adalah orang yang aktif dalam kegiatan sosial keagamaan. 'Dulu ayahnya mengasuh 3 anak yatim, eh..sekarang anaknya yang menjadi anak yatim.' Beberapa kali nampak mengusap air matanya yang tak kuasa dibendungnya.

Suaminya meninggal beberapa waktu yang lalu, seorang aktifis masjid. Kesolehannya banyak dikenal masyarakat. Ketika suami tercinta meninggal dunia bukan hanya tetangga dan juga teman sekantornya namun juga orang yang dekat dengannya juga hadir turut berduka merasakan kehilangannya.

Air mata itu membasahi pipi. Air mata kebanggaan seorang istri karena suami yang sholeh dan peduli terhadap lingkungan. Ucapannya ternyata menggetarkan hati kami. Kami tak kuasa untuk menahan perih dihati apa yang dirasakan olehnya. Duka seorang istri yang kehilangan suami tercinta. Dalam doa kami memanjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

"Ya Allah, air mata kami sudah kering. Jadikanlah kedukaannya menjadi kebahagiaannya, tabahkan hatinya, kuatkan imannya. Terimalah suami tercintanya disisiMu yang terindah Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim.'

Rabu

Giat Bekerja


Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah berjumpa dengan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari. Ketika itu Rasulullah melihat tangan Sa’ad yang melepuh, kulitnya gosong kehitaman seperti lama terpanggang matahari.

Rasulullah bertanya, 'Kenapa tanganmu ?'

Sa’ad menjawab, ' Wahai Rasulullah, tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku ,'

Seketika itu, Rasulullah mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata ,'Inilah tangan yang tidak pernah tersentuh api neraka,'

Kisah diatas mengandung makna bahwa tangan yang tidak tersentuh oleh api neraka adalah tangan yang giat bekerja, didalamnya terdapat tanggungjawab menafkahi anak dan istrinya rizki yang halal. Tangan yang semata-mata berada di jalan Allah SUbhanahu Wa Ta'ala penuh keikhlasan dalam menjalankan Amanah. Dalam hadist yang lain Nabi Muhammad bersabda,

'Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang giat bekerja.'(HR. Thabrani).


Kamis

Harapan

Ditengah krisis mengantam perusahaannya tanpa sanggup ditolaknya, rumah yang dihuni oleh keluarganya akan disita oleh bank. Yang tinggal hanyalah air mata kesedihan anak dan istrinya, Dirinya mencoba tabah menukar kesedihan dengan harapan.

'Harapan satu-satunya saat itu bagi saya adalah dengan berdoa, memohon pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dengan sholat lima waktu dengan kekhusyukan sampai saya meneteskan air mata memohon keajaiban kepada Allah untuk memberikan solusi bagi kami.' ucap beliau, malam itu ketika berkunjung di Rumah Amalia.

Pagi hari semua keluarga diliputi dengan suasana tangis diteras rumah, menunggu detik-detik penyitaan. Datanglah orang, dulu bawahannya mengajak untuk tinggal di rumahnya. 'Alhamdulillah, saya menjerit dalam hati tak tertahankan karena hanya Allahlah yang mendengar doa saya,' ucapnya dengan suara lirih.

Memulai lagi usaha baru bersama istrinya membuka toko sembako adalah kebahagiaannya tersendiri. Mengucap puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tiada henti beliau panjatkan. 'Alhamdulillah, Allah berkenan memberikan saya ujian sekaligus rahmatNya, ' tutur beliau.

Kini dirinya dan keluarganya terasa lebih tenteram dan tenang. Sekalipun kehidupan tidak semewah dulu. Segala sepak terjangnya seolah diawasi oleh Allah, meski kerja keras adalah kebiasaannya, sikapnya lebih berhati-hati dalam bertindak, termasuk menghindari berhutang dan menunaikan sholat lima waktu dan bershodaqoh tak lagi ditinggalkannya. 'saya menyisihkan rizki untuk anak-anak Amalia, rasanya rizki saya kian berlimpah.' tutur beliau malam itu pada saya. Subhanallah.

---
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq 2-3).

Selasa

Kearifan Penjual Nasi

Setiap makan siang saya lebih suka makan diwarteg. Selain cukup untuk kantong saya, saya juga berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan banyak orang. Makan diwarteg memiliki banyak kelebihan, orang bisa makan dulu dengan nikmatnya setelah itu baru membayarnya. bahkan terkadang ada orang yang besok bayarnya. 'Biasanya anak kos-kosan atau anak mahasiswa yang suka ngutang,' kata ibu penjual nasi.

Ibu itu bertutur bahwa dirinya membantu orang lain merupakan kebahagiaan tersendiri. kebahagiaan ibu penjual nasi bisa membantu orang lain adalah wujud kearifan ditengah kehidupan dikota Jakarta yang seolah semua menggunakan tolok ukur materi, untung dan rugi. 'Apa cukup buat kebutuhan hidup bu?' tanya saya.

'Kalo orang merasa tidak cukup ya tidak cukup, kalo merasa cukup berapapun rizki yang kita terima akan cukup. Membantu orang yang kesusahan, rizki saya melimpah loh mas..' begitu ucap ibu penjual nasi. Rasa kecukupan inilah yang menjadi kekuatan dirinya untuk bisa membantu orang lain dan ibu penjual nasi menyakini karena itulah rizkinya melimpah dan warung nasinya selalu rame. Buat saya hidup ini menjadi indah dengan orang-orang yang arif seperti beliau, mereka banyak berada disekeliling kita. Sambil menikmati makan siang ini saya dan meneladani kearifan Ibu penjual nasi. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah..

dikutip dari http://www.agussyafii.blogspot.com/

Kisah Cinta Sejati



'Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9.30 seorang pria berusia 70-an datang utk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru.

Pekerjaan yg tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter aku memutuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.

Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari.

Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer. Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata,' Dan bapak masih kesana setiap hari walaupun istri bapak sudah tidak kenal lagi?'

Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tangan ku sambil berkata, 'Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia kan?'

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan ku masih tetap merinding, 'Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.' Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.

Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi. Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.'

---
'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami pasangan hidup dan keturunan yang menyenangkan hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertaqwa.'( Q.S: Al-Furqaan : 74)

Senin

Fantasia Bulan Madu

Fm C
Demi cintaku pada mu
Bbm C
Ke mana pun akan ku bawa
Bbm G
Ke hujung dunia ke bintang
Fm
Kejora

Fm C
Demi cintaku pada mu
Bbm C
Kukorbankan jiwa dan raga
Bbm G
Biar pun harus ku telan
Fm
Lautan bara


Pre-Chorus
----------
Bbm Eb
Bulan madu di awan biru
Fm
Tiada yang menggangu
Bbm Eb -> C
Bulan madu di atas pelangi
Fm
Hanya kita berdua
Bbm
Mengecap nikmat cinta
G
Yang putih tak terbanding
C
Sesuci embun pagi


Chorus
------
Fm Bbm
Andai dipisah
C Fm
Laut dan pantai
Fm Bbm
Musnahlah ilham
C Fm
Hilang pedoman

Fm Bbm
Andai dipisah
C Fm
Cahya dan bulan
Fm Bbm
Gelap gelita
C Fm
Punah asmara


Gitar Solo
----------

Bbm / Eb / Fm / Fm /
Bbm / G / C / C /
Bbm / C / Fm / Fm /
Bbm / C / Fm .......


*(Ulang Pre-Chorus)

*(Ulang Chorus 2 kali) ... fade-out

Search